Senin, 8 Juni 2026

Terbit : Rab, 26 November 2025

Guru adalah Tiang Utama dalam Membangun Peradaban

Oleh : Media Ansor Warulor
Guru adalah Tiang Utama dalam Membangun Peradaban

Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tahun 2025 menjadi momentum istimewa untuk kembali menegaskan peran guru sebagai pilar utama pembangunan peradaban dan kemajuan negeri dengan tema besar Guru Hebat, Indonesia Kuat”.

Guru dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang pekerjaannya mengajar atau orang yang berprofesi sebagai pengajar. Dalam hal ini, guru bertugas memberikan pengajaran atau mentransmisikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada muridnya. Guru adalah tiang utama dalam membangun peradaban. Mereka ibarat pelita dalam kegelapan, yang memberikan penerangan kepada generasi umat dengan ilmu dan akhlak. Guru sebagai penyampai ilmu, memiliki peran yang agung karena mereka menghubungkan kita dengan pengetahuan dan hikmah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, hingga semut di dalam sarangnya dan ikan-ikan, semuanya mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi).

Di era saat ini menjadi seorang guru tidaklah mudah. Banyak guru yang menghadapi dilema dalam menjalankan tugasnya. Dahulu, ketika seorang anak ditegur oleh guru, orang tua akan mendukung penuh tindakan guru tersebut. Tetapi kini, ada kekhawatiran yang mendalam, karena ketika guru menegur atau mendisiplinkan siswa, mereka justru takut mendapat ancaman hukum atau dilaporkan ke pihak berwenang.

Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Guru yang seharusnya dihormati dan diberi dukungan, sering kali merasa tidak bebas mendidik dengan tegas. Padahal, mendidik bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter generasi muda.

Kita sebagai orang tua, masyarakat, dan santri atau siswa, harus menyadari bahwa profesi guru adalah amanah dari Allah SWT. Mereka mengemban tugas berat untuk mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang lebih baik. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata “Aku adalah budak bagi siapapun yang mengajarkan ilmu kepadaku, walau hanya satu huruf”.

Peringatan Hari Guru Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan harapan agar seluruh pihak, orang tua, masyarakat, pemerintah, terlibat aktif dalam mendukung kualitas pendidikan di Indonesia. Guru membekali generasi muda dengan ilmu, budi pekerti, dan arah hidup. Dari tangan merekalah lahir pemimpin bangsa, peneliti, pengusaha, ilmuwan, aktivis, hingga generasi kreatif masa depan.

Menghormati guru tidak hanya dilakukan dengan ucapan terima kasih, tetapi juga do’a dan langkah konkret atas nilai-nilai luhur yang telah mereka ajarkan kepada kita. Menghargai guru berarti menjaga keberlanjutan masa depan bangsa. Pada Hari Guru Nasional 25 November 2025 ini, marilah kita memberikan apresiasi yang tulus kepada para pendidik, ucapan terima kasih, do’a, berikan dukungan, dan jadikan momen ini sebagai penyemangat untuk terus memperbaiki ekosistem pendidikan Indonesia.

Oleh: Khusni Musytamil, M.Pd

PR Gerakan Pemuda Ansor Warulor
Jl. Petani Rt. 13 Rw. 08 Warulor Wiradesa 51152
  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Warulor Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan - Sekretariat: Jl. Petani Rt 013/08 Desa Warulor