Senin, 8 Juni 2026

Terbit : Kam, 03 Juli 2025

Keutamaan dan Amalan-Amalan Sunnah di Bulan Muharram

Oleh : Media Ansor Warulor
Keutamaan dan Amalan-Amalan Sunnah di Bulan Muharram

Bulan Muharam merupakan bulan pertama dari 12 bulan dalam sistem kalender Qamariyah (kalender Islam), sehingga 1 Muharam merupakan awal tahun baru hijriah. Dari sejumlah bulan hijriah, Allah Swt telah memilih empat di antaranya sebagai bulan-bulan mulia (asyhurul hurum), yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrram, dan Rajab. Keempat bulan ini memiliki keutamaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh delapan bulan yang lainnya.

Keutamaan Muharram

Bulan Muharram termasuk dalam salah satu asyhurul hurum (bulan-bulan yang mulia). Muharram adalah bulan yang istimewa yang dipilih Allah Swt untuk dimuliakan. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

 اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ  ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. At-Taubah: 36).


Mulianya bulan Muharram yang penuh dengan makna dan keutamaan. Pada bulan ini umat Islam disunnahkan untuk berpuasa pada hari 10 Muharram atau yang sering disebut dengan puasa Asyura. Puasa Asyura adalah puasa atas pembebasan Nabi Musa As yang dikejar oleh Fir’aun. Puasa tersebut awalnya dikerjakan oleh orang-orang Quraisy di masa Jahiliyah dengan alasan “Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura keutamaannya diantaranya disebutkan dalam hadits Nabi:

 سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ 

“Nabi Muhammad SAW ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No: 1977)  

Amalan Sunnah di Bulan Muharram

Lalu apa saja amalan sunnah di bulan Muharram?

  • Memperbanyak puasa sunnah

puasa sunnah paling utama adalah puasa sunnah di bulan Muharaam. Sabda Nabi Muhammad SAW:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim)

  • Puasa Tasu’a

Yaitu puasa pada tanggal 9 Muharram. Nabi Muhammad SAW berazam untuk mengerjakannya, karena untuk membedakan dengan yahudi, meskipun beliau tidak sempat menunaikan karena wafat sebelum waktu itu tiba. Lalu para sahabatnya menjalankan puasa tasu’a seperti keinginan Nabi Muhammad SAW.

إِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ صُمْنَا اليَوْمَ التَّاسِعَ

Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu’a (kesembilan). (HR. As-Suyuthi; shahih)

  • Puasa Asyura

Yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram. Ini adalah amal yang paling utama dan puasa sunnah terbaik di bulan Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun.

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi Muhammad SAW ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No: 1977)  

  • Membantu orang lain

Amalan sunnah selanjutnya yaitu memberikan kelapangan kepada keluarga, termasuk istri dan anak-anak, di hari asyura. Memberikan kelapangan ini maksudnya adalah membantu mereka dan menyenangkan hati mereka.

مَنْ وَسَّعَ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

Barangsiapa memberi kelapangan bagi dirinya dan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan memberi kelapangan baginya sepanjang tahun itu. (HR. Baihaqi).

  • Bertaubat dan Muhasabah Diri

Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri atas tahun sebelumnya dan berniat memperbaiki diri di tahun Hijriah yang baru.

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

  • Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim menjadi salah satu amal saleh yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Amalan ini bisa dikerjakan pada 10 Muharram. Di Indonesia, 10 Muharram dikenal dengan bulannya anak yatim. Tercantum dalam kitab Tanbihul Ghafilin disebutkan bahwa siapa pun yang mengusap kepala anak yatim pada Hari Asyura, pasti Allah SWT akan meningkatkan derajatnya.

مَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

“Barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya”.

Kemudian Nabi SAW bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَابَةِ وَالْوُسْطى وَفَرجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini, kemudian Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya”. (HR. Bukhori)

  • Menyambung Silaturrahmi

Menyambung silaturrahim dengan keluarga dan kerabat tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga mendatangkan ridho Allah SWT.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penulis: Khusni Musytamil, M.Pd. (MDS Rijalul Ansor Desa Warulor)

PR Gerakan Pemuda Ansor Warulor
Jl. Petani Rt. 13 Rw. 08 Warulor Wiradesa 51152
  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Warulor Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan - Sekretariat: Jl. Petani Rt 013/08 Desa Warulor