Senin, 8 Juni 2026

Terbit : Sen, 02 Februari 2026

Malam Nishfu Sya’ban

Oleh : Media Ansor Warulor
Malam Nishfu Sya’ban

Malam Nishfu Sya’ban adalah salah satu malam yang memiliki keutamaan besar dalam Islam, khususnya di kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah. Pada tahun 2026, malam Nishfu Sya’ban bertepatan dengan Senin malam Selasa, 2 Februari 2026, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban (15 Sya’ban).

Malam ini dipandang sebagai momentum penuh rahmat, ampunan, dan perhatian khusus dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri.

Secara bahasa, Nishfu berarti pertengahan, sedangkan Sya’ban adalah nama bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Maka Nishfu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban. Para Ulama menjelaskan bahwa malam Nishfu Sya’ban merupakan malam yang istimewa karena pada malam ini Allah SWT mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, kecuali mereka yang masih bergelimang dosa tanpa taubat, seperti syirik dan permusuhan.

Rasulullah SAW bersabda:

.يطَّلِعُ اللهُ عزَّ وجلَّ إلَى خَلْقِهِ لَيْلةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيُغْفَرُ لِعِبَادِهِ إلَّا لـِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya (dengan penuh Rahmat) pada malam nishfu sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang yang menebar kebencian anatar sesame umat Islam).” (HR. Thabrani).

            Dari hadits tersebut ada dua kelompok yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Pertama, orang musyrik. Artinya orang yang menganggap atau menjadikan selain Allah sebagai Tuhan. Ini merupakan syirik yang besar yang mana kemusyrikan merupakan perbuatan dhalim terbesar yang dilakukan seorang hamba. Besarnya dosa syirik ini membuat Allah tidak menyukainya dan mustahil untuk bisa mendapatkan ampunan kecuali dengan bertaubat.

            Kelompok kedua, musyahin (orang yang memelihara permusuhan dengan saudaranya sesama muslim).  Seyogyanya kita sebagai sesama muslim saling mengasihi dan menyayangi, tidak saling membelakangi dan memusuhi. Semangat yang harus kita miliki adalah seperti para sahabat yang mendoakan saudaranya:

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Dan Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

            Permusuhan antar sesama umat muslim merupakan biang perpecahan dan kehancuran bagi kita semua. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk bersikap saling membenci dan mencaci. Biarlah perbedaan menjadi khazanah yang memperkaya wawasan dan ajang dalam berlapang dada.

            Mari terus memupuk amal kebaikan. Hindari jauh-jauh perbuatan syirik sekecil apapun, baik syirik yang tampak atau tersembunyi. Mari segera padamkan api permusuhan dengan saling memaafkan, menyayangi dan mencintai.

Penulis: Khusni Musytamil, M.Pd (Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Warulor)

PR Gerakan Pemuda Ansor Warulor
Jl. Petani Rt. 13 Rw. 08 Warulor Wiradesa 51152
  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Warulor Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan - Sekretariat: Jl. Petani Rt 013/08 Desa Warulor