
Setiap tanggal 10 Muharam, umat Islam di berbagai daerah di Indonesia memperingati hari yang dikenal sebagai hari lebaran Anak Yatim (Idul Yatama). Pada tahun ini, peringatan 10 Muharam 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Sabtu malam Ahad, tanggal 5 Juli 2025.
Di Indonesia, tradisi 10 Muharam telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Muslim. Banyak komunitas, masjid, organisasi dan yayasan yang mengadakan acara santunan anak yatim pada hari ini. Acara ini biasanya melibatkan pemberian bantuan seperti uang, pakaian, atau kebutuhan sekolah, serta kegiatan yang membawa kebahagiaan, seperti makan bersama atau mengusap kepala anak yatim. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya kasih saying, kebersamaan dan tentang kepedulian terhadap anak-anak yatim. Meski sering kali diperingati secara sederhana, akan tetapi makna spiritualnnya begitu kuat: memberikan kebahagiaan kepada mereka yang kehilangan kasih sayang orang tua.
Pada 10 Muharam untuk mendapatkan keberkahan, salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah menyantuni anak yatim. Selain memberikan bantuan materi juga memberikan perhatian emosional, seperti mengusap kepala anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada 10 Muharam.
Mengusap kepala anak yatim pada 10 Muharam memiliki keutamaan khusus. Dalam hadits yang Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk mengusap kepala anak yatim dari arah belakang ke depan. Amalan ini melambangkan kasih sayang dan perhatian kepada mereka yang kehilangan ayahnya. Adapun do’a yang dianjurkan saat mengusap kepala anak yatim yaitu:
جَبَرَ اللهُ يَتْمَكَ وَجَعَلَكَ خَلْفًا مِنْ أَبِيْكَ
“Semoga Allah menutupi kesedihanmu sebagai yatim dan menjadikanmu pengganti yang baik bagi ayahmu.”
Kepedulian terhadap anak yatim pada 10 Muharamjuga mencerminkan esensi ajaran Islam yang menekankan pentingnya berbagi. Dalam masyarakat yang penuh dengan tantangan ekonomi dan sosial, anak yatim sering kali membutuhkan dukungan ekstra. Memberikan santunan pada 10Muharammenjadi cara untuk meringankan beban mereka dan memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Selain itu, 10 Muharam mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat keluarga bagi mereka yang masih memiliki orang tua. Momen ini menjadi pengingat untuk lebih menghargai kehadiran ayah dan ibu. Dengan membantu anak yatim pada 10 Muharam, umat Islam diajak untuk merenungkan nikmat Allah dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang beruntung.
Mari jadikan 10 Muharam sebagai momentum untuk berbagi kebahagiaan dan membawa berkah bagi diri sendiri serta orang lain. Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan pada hari ini menjadi jalan menuju surgaNya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.
Penulis: Khusni Musytamil, M.Pd. (MDS Rijalul Ansor Desa Warulor)