
Warulor — Suasana religius dan penuh kegembiraan menyelimuti Desa Warulor pada Jum’at Kliwon, 19 Desember 2025, saat digelar Kirab Ngarak Mustoko Masjid Jami’ Nurrohman & Tumplek Ponjen. Kegiatan sakral dan kultural ini diselenggarakan oleh Pengurus Masjid dan Panitia Pembangunan Masjid Jami’ Nurrohman Desa Warulor, dengan dukungan penuh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Warulor beserta banom-banomnya, Pemerintah Desa, serta seluruh elemen masyarakat.
Kirab dimulai pukul 13.00 WIB dan menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, melintasi Dukuh Gorek dan Dukuh Warulor, sebelum akhirnya finis di Halaman Masjid Jami’ Nurrohman. Sepanjang perjalanan, antusiasme warga tampak luar biasa. Anak-anak, remaja, tokoh masyarakat, ulama, hingga perangkat desa turut berpartisipasi, menjadikan kirab ini sebagai perayaan kebersamaan lintas generasi.
Acara semakin semarak dengan penampilan Marching Band Albayat Warukidul dan Marching Band Satria Bahari Wonokerto, yang mengiringi arak-arakan mustoko dengan irama penuh semangat, menyatukan nuansa religius dan seni budaya lokal.
Sebelum mustoko (mahkota kubah masjid) dinaikkan, prosesi diawali dengan kumandang adzan secara bersama-sama oleh para muadzin di dalam masjid. Prosesi ini memiliki makna filosofis yang mendalam: adzan berjamaah melambangkan penyatuan niat, doa, dan harapan seluruh warga, sekaligus penegasan bahwa masjid adalah pusat panggilan tauhid dan persatuan umat. Suara adzan yang bersatu menjadi simbol penyerahan diri kepada Allah SWT, memohon keberkahan dan keselamatan atas masjid yang dibangun.
Selanjutnya, perwakilan seluruh unsur masyarakat desa secara bersama-sama menyentuh mustoko. Sentuhan kolektif ini bukan sekadar simbol fisik, melainkan representasi rasa memiliki, gotong royong, dan tanggung jawab bersama atas berdirinya Masjid Jami’ Nurrohman. Mustoko kemudian diangkat dan dipasang di puncak kubah masjid, menandai puncak prosesi sebagai simbol cita-cita luhur, harapan yang menjulang, serta doa agar masjid senantiasa menjadi mercusuar iman, ilmu, dan persaudaraan.
Kirab Ngarak Mustoko & Tumplek Ponjen ini bukan hanya perayaan pembangunan fisik masjid, melainkan ungkapan syukur kolektif dan penguatan nilai gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Warulor. Dukungan penuh dari NU dan banomnya, pemerintah desa, serta seluruh elemen warga menegaskan bahwa pembangunan masjid adalah kerja bersama—dari, oleh, dan untuk umat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat berharap Masjid Jami’ Nurrohman kelak menjadi pusat ibadah yang makmur, ruang dakwah yang menyejukkan, serta tempat tumbuhnya nilai-nilai keislaman, kebudayaan, dan kebersamaan di Desa Warulor.
Kirab berakhir dengan doa dan kebahagiaan, meninggalkan jejak kebersamaan yang menguatkan—bahwa dalam persatuan, keberkahan akan senantiasa menyertai.
Penulis: M. Fathurrozi, S.Sy (Ketua PR GP Ansor Desa Warulor)