Senin, 8 Juni 2026

Terbit : Sab, 03 Januari 2026

Keutamaan Bulan Rajab

Oleh : Media Ansor Warulor
Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ia termasuk bulan haram (asyhurul hurum) yang memiliki keutamaan tersendiri dibanding bulan-bulan lainnya. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal sholeh serta menjauhi perbuatan dosa pada bulan ini sebagai bentuk pengagungan terhadap waktu yang Allah muliakan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)

Dalam tafsir para ulama, dijelaskan bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Disebut bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut pahala amal kebaikan dilipatgandakan, begitu juga dosa dilipatgandakan.

Allah SWT melanjutkan firman-Nya:

فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.”
(QS. At-Taubah: 36)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa larangan menzalimi diri sendiri pada bulan haram menunjukkan keharaman dosa pada waktu tersebut lebih ditekankan daripada bulan lainnya.

Rasulullah bersabda:

رَجَبُ شَهْرُ اللّٰهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Walaupun sebagian hadits tentang keutamaan khusus Rajab dinilai lemah, para ulama sepakat bahwa mengamalkan hadits dhaif dalam fadhailul a‘mal diperbolehkan, selama tidak berkaitan dengan akidah dan hukum halal-haram.

Para ulama memandang bulan Rajab sebagai waktu untuk mempersiapkan diri secara ruhani menuju Ramadhan.

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen.”

Artinya, Rajab adalah waktu memperbaiki niat, memperbanyak taubat, dan melatih diri dalam ibadah.

Beberapa amalan yang dianjurkan oleh para ulama di bulan Rajab antara lain:

  1. Memperbanyak istighfar dan taubat
  2. Puasa sunnah
  3. Sedekah dan amal sosial
  4. Memperbanyak shalawat
  5. Menjaga lisan dan perilaku dari dosa

Adapun bacaan doa yang biasa kita baca pada setiap bulan Rajab yaitu:

أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikan lah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.”

Sebagai penutup, bulan Rajab adalah momentum spiritual bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Dengan memahami keutamaannya berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Semoga kita dapat mengisi bulan Rajab dengan amal sholeh dan menjauhi perbuatan maksiat.

Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua untuk memuliakan waktu-waktu yang dimuliakan-Nya. Aamiin.

PR Gerakan Pemuda Ansor Warulor
Jl. Petani Rt. 13 Rw. 08 Warulor Wiradesa 51152
  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Warulor Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan - Sekretariat: Jl. Petani Rt 013/08 Desa Warulor